Cara Membuat Abon Ikan dan Bermacam Abon Sedap Lainnya

abon ikan

Hampir semua orang mengenal abon, yaitu makanan yang terbuat dari serat daging hewan. Kalau dulu abon dibuat dari bahan daging sapi atau ayam, sekarang sudah banyak varian abon selain daging. Di antara berbagai macam bahan baku abon, abon ikan adalah salah satu yang cukup terkenal dan digemari.

Mengenal Abon

Pada umumnya, abon berwarna cokelat atau kehitaman karena proses penggorengan. Teksturnya berupa serat karena dibuat dari serat-serat yang dibumbui kemudian digoreng kering. Kandungan minyak pada abon dikeringkan dengan cara diperas, dipres, atau dipanaskan sebentar di dalam oven sampai benar-benar kering.

abon ikan

Karena kering, abon bisa tahan selama berbulan-bulan meskipun tanpa penambahan bahan pengawet kimia. Abon disimpan dalam wadah yang tertutup rapat, baik kantung plasik kedap udara maupun toples, sehingga mutunya terjaga.

Orang Indonesia biasa menikmati abon sebagai lauk makan nasi, bubur, atau sebagai isian lemper. Selain daging sapi dan ayam, abon juga bisa dibuat dari ikan, udang, dan bahan lainnya.

Abon, Makanan Favorit Jemaah Haji

Menunaikan ibadah haji artinya harus siap meninggalkan tanah air selama kurang lebih empat puluh hari. Untuk itu banyak hal penting yang harus dipersiapkan. Selain bermacam-macam perlengkapan ibadah dan dokumen perjalanan ke luar negeri, soal makanan juga tidak boleh luput dari perhatian.  Bagaimanapun juga, ibadah haji memerlukan kondisi fisik yang baik.

Banyak jemaah haji yang memilih abon sebagai salah satu bekal yang wajib dibawa ke Tanah Suci. Cita rasa abon sudah akrab di lidah sehingga tidak perlu khawatir jika menu makanan yang disediakan kebetulan tidak sesuai dengan selera. Abon sapi juga bergizi lengkap karena mengandung karbohidrat, protein, kalsium, fosfor, zat besi dan nutrisi lainnya.

abon ikan tuna

Alasan lainnya adalah karena abon praktis untuk dibawa, bisa langsung dimakan tanpa harus dimasak, tidak memakan tempat, dan ringan. Abon juga sangat awet tanpa harus disimpan di tempat khusus. Abon yang dibuat dengan proses yang baik tahan hingga delapan bulan tanpa bahan pengawet tambahan. Itulah sebabnya abon menjadi makanan favorit para jemaah haji.

Kebiasaan untuk membawa abon saat berhaji merupakan peluang usaha yang sangat baik. Terbukti, saat ini banyak para pelaku UMKM yang memproduksi abon saat menjelang musim haji, terutama abon sapi dan abon ayam. Bahkan, mereka juga memanfaatkan media online untuk memasarkan produknya karena abon aman untuk dikirim ke luar kota.

Meskipun harganya mahal, yaitu Rp50 ribu per 100 gram untuk abon sapi dan Rp40 ribu per 100 gram untuk abon ayam, permintaan abon tetap tinggi. Harga yang tinggi disebabkan proses pembuatannya harus dilakukan dengan hati-hati dan mengalami penyusutan yang cukup besar. Satu kilogram daging mentah hanya akan menghasilkan setengah kilogram abon.

abon ikan

Syarat untuk membuat abon untuk bekal jemaah haji adalah harus diproduksi dengan proses yang sesuai standar mutu, higienis, dan tentu saja halal. Dengan begitu, produk abon UMKM bisa memiliki daya saing yang baik.

Cara Membuat Abon Ikan

Bahan:

  • Fillet ikan tuna segar: 1 kilogram
  • Serai: 2 batang (memarkan)
  • Jahe: 1 cm (memarkan)
  • Santan: 150 ml (dari 1/2 butir kelapa)
  • Minyak goreng: 300 cc

Bumbu Halus:

  • Bawang merah: 6 butir
  • Bawang putih: 3 siung
  • Kunyit: 2 cm
  • Ketumbar: 1 sendok teh
  • Daun jeruk: 1 lembar
  • Garam: secukupnya

abon ikan

Cara Membuat:

  1. Cuci filet ikan tuna hingga bersih.
  2. Kukus ikan tuna hingga lunak, tetapi jangan sampai hancur.
  3. Ikan yang sudah dikukus diparut atau disuwir-suwir, kemudian sisihkan.
  4. Panaskan minyak secukupnya, tumis bumbu halus, jahe, dan serai sampai harum.
  5. Masukkan suwiran ikan tuna ke dalam tumisan bumbu.
  6. Tuang santan, masak dengan api kecil hingga santan mendidih.
  7. Aduk-aduk terus sampai kuah mengering, matikan api.
  8. Panaskan minyak, lalu goreng adonan ikan hingga kering, angkat dan tiriskan.
  9. Peras abon hingga minyaknya keluar.
  10. Abon siap disajikan.

Cara Membuat Abon Udang

Bahan:

  • Udang basah: 500 gram
  • Bawang merah: 50 gram (diiris tipis lalu digoreng)
  • Bawang putih: 2 siung (diiris tipis lalu digoreng)
  • Ketumbar: 2 jimpit
  • Kemiri: 1/2 ons
  • Gula pasir: 2 sendok makan
  • Kelapa: ½ buah
  • Garam: secukupnya
  • Lengkuas: secukupnya (geprek)

abon ikan

Cara Membuat:

  1. Kupas bersih udang, buang kepala dan ekornya.
  2. Cuci udang dengan air bersih.
  3. Didihkan air secukupnya, kemudian masukkan udang. Rebus selama kurang lebih 10 menit, angkat dan tiriskan. Air sisa rebusan jangan dibuang.
  4. Tumbuk udang rebus hingga halus.
  5. Haluskan ketumbar, gula pasir, dan garam.
  6. Campurkan udang yang sudah halus dengan bumbu halus dan lengkuas.
  7. Parut buah kelapa dan peras sampai menghasilkan santan kental tanpa tambahan air.
  8. Masukkan santan ke dalam campuran udang dan bumbu, aduk rata.
  9. Tambahkan air bekas rebusan ke dalam udang yang sudah dibumbui, aduk kembali hingga rata.
  10. Masukkan bawang yang sudah digoreng pada campuran udang, aduk rata.
  11. Masak campuran bahan-bahan tersebut hingga matang dan abon sudah berwarna kuning kecokelatan.

Cara Membuat Abon Ayam

Bahan:

  • Fillet daging ayam: 1 kilogram
  • Daun jeruk: 8 lembar (buang tulang daunnya dan diiris tipis)
  • Serai: 2 batang, memarkan
  • Minyak goreng: 2 sendok makan (untuk menumis)
  • Santan: 100 ml (dari ½ butir kelapa)
  • Air: 2 liter
  • Minyak goreng: 250 ml (untuk menggoreng)
  • Garam: secukupnya

Bumbu Halus:

  • Bawang putih: 5 siung
  • Bawang merah: 8 butir
  • Cabai merah: 3 buah
  • Kemiri: 4 butir
  • Kunyit: 1 cm
  • Garam dan gula merah: secukupnya

abon ikan

Cara Membuat:

  1. Didihkan air dan garam.
  2. Masukkan fillet daging ayam, rebus hingga lunak. Angkat dan tiriskan.
  3. Pukul-pukul daging ayam rebus dengan alat pemukul daging, kemudian suwir-suwir hingga halus.
  4. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, serai, dan daun jeruk sampai harum.
  5. Masukkan suwiran daging ayam, aduk rata.
  6. Tuang santan, masak dengan api kecil sambil terus diaduk dan dibali-balik sampai air mengering. Matikan api.
  7. Panaskan minyak, goreng adonan daging ayam sambil diaduk-aduk hingga kering merata.
  8. Setelah diangkat, peras atau pres agar kandungan minyaknya hilang.
  9. Supaya tidak menggumpal, pisah-pisahkan serat abon dengan garpu.

Cara Membuat Abon Sapi

Bahan:

  • Daging sapi tanpa lemak: 1 kilogram
  • Santan kental: 100 ml
  • Santan encer: 1liter

Bahan untuk Bumbu:  

  • Bawang putih: 3 siung (haluskan)
  • Bawang merah: 8 siung (haluskan)
  • Ketumbar: 1 sendok makan (dihaluskan)
  • Kemiri: 8 butir (dihaluskan)
  • Gula merah: 3 sendok makan
  • Garam halus 2 sendok makan
  • Daun jeruk: 3 lembar
  • Air jeruk nipis: 1,5 sendok makan
  • Lengkuas: 1 buah (dimemarkan)
  • Serai: 2 batang (dimemarkan)
  • Minyak: secukupnya (untuk menumis)

abon ikan

Cara Membuat:

  1. Iris daging sapi terlebih dahulu dengan bentuk tipis melebar, sisihkan.
  2. Haluskan bawang merah, bawang putih, kemiri, dan ketumbar.
  3. Tumis bumbu halus, lengkuas, serai, dan daun jeruk hingga harum.
  4. Masukkan irisan-irisan daging, masak sampai daging berubah warna, sambil diaduk-aduk.
  5. Tuang santan encer, aduk, dan masak sampai daging empuk.
  6. Tambahkan air jeruk nipis dan santan kental, aduk dan masak lagi hingga mendidih, angkat.
  7. Ambil dagingnya, kemudian daging sapi diiris-iris dengan irisan yang lebih tipis, pipihkan, dan suwir-suwir.
  8. Masukkan lagi suwiran daging tersebut ke dalam wajan, masak kembali hingga kuahnya kering, angkat.
  9. Peras hingga sisa-sisa minyak bekas menggoreng keluar dan benar-benar kering
  10. Masukkan abon yang sudah kering ke dalam toples agar bisa bertahan lebih lama.

Cara Membuat Abon Jantung Pisang

Bahan:

  • Jantung pisang batu atau kapok: 300 g (ambil bagian dalammya)
  • Air: 500 ml
  • Santan kental: 250 ml
  • Daun salam: 4 lembar
  • Daun jeruk purut: 4 lembar
  • Kaldu instan bubuk: 2 sendok makan
  • Lengkuas: 1 ruas jari (memarkan)
  • Garam: 1 sendok teh
  • Gula pasir: 1 sendok makan
  • Minyak goreng

Bumbu Halus:

  • Bawang putih: 5 siung
  • Bawang merah: 6 butir
  • Ketumbar bubuk/butiran: 2 sendok teh
  • Kemiri: 6 butir

Menyiapkan Jantung Pisang:

Cara I:

  • Buang kulit luar jantung pisang yang berwarna merah dan kasar.
  • Ambil bagian jantung pisang yang berwarna putih kemerahan atau putih kekuningan.
  • Belah memanjang menjadi dua bagian, lalu iris tipis-tipis.
  • Cuci dengan air bersih.
  • Rebus selama 5 hingga 10 menit hingga layu dan getah hilang.

Cara II:

  • Jantung pisang utuh dicuci kemudian dibakar hingga matang.
  • Buang bagian luar jantung pisang, ambil bagian dalam yang berwarna putih kemerahan atau putih kekuningan dan bertekstur lembut.
  • Belah menjadi dua bagian memanjang, kemudian iris tipis-tipis.

abon ikan

Cara Membuat:

  • Didihkan air bersama bumbu halus, daun salam, daun jeruk purut, kaldu instan, lengkuas, garam, dan gula.
  • Masukkan jantung pisang yang sudah diiris-iris tipis.
  • Masak hingga air berkurang menjadi setengahnya.
  • Tuangkan santan, masak hingga santan habis terserap.
  • Tambahkan minyak goreng sedikit demi sedikit, masak kembali hingga matang dan kering.
  • Angkat dan dinginkan.
  • Press abon jantung pisang dengan bantuan kain saring sampai minyaknya keluar.
  • Agar benar-benar kering, panaskan abon di dalam oven selama lima menit saja.
  • Simpan dalam kantung plastik atau stoples dan simpan pada suhu ruang, tidak lembab, dan tidak terkena sinar matahari langsung.

Di antara berbagai jenis abon, abon ikan merupakan alternatif yang paling menarik. Banyak jenis ikan yang dapat diolah menjadi abon sehingga cita rasanya sangat bervariasi. Harga ikan pun jauh lebih murah dibandingkan daging, tetapi dengan kandungan gizi yang lebih baik. Dengan diolah menjadi abon, masyarakat akan lebih tertarik untuk mengonsumsi ikan.

Untuk Mendapatkan Penawaran Menarik dan Keterangan Lebih Lengkap Mengenai MESIN TERBARU KAMI, Hubungi Kami SEGERA di Line Telphone :

Cabang Jakarta : phone-icon  021.2287.4619  | whatsapp_app_store 0812.8899.9470

Cabang Depok : phone-icon  021.7720.7228  | whatsapp_app_store 0812.8886.6514

Cabang Bandung : phone-icon  022.4283.0044  | whatsapp_app_store 0812.1400.1856

Cabang Surabaya : phone-icon  031.9992.7667  | whatsapp_app_store 0812.3370.6950

Service Center & Pusat Perbaikan Mesin : 0813.8111.0325

Garansi Service 3 Tahun & Spare Part 6 Bulan.

Pelanggan Kami

Customer Ramesia